akura

akura

 
Anda pengunjung ke

Free Hit Counter
GADH'S CLOCK
JADUAL SHOLATQ
HOT NEWS BUANGET!
messages
Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
Pasar Bebas
Thursday, December 13, 2007
Ekonomi Internasional
Selasa, 07 Oktober 2003

ASEAN Berencana Menjadi "Pasar Tunggal"
AFTA Sudah Tidak Memadai

PADA tahun 1992, ASEAN ingin mencanangkan penciptaan kawasan perdagangan bebas (ASEAN Free Trade Area/AFTA), dengan menurunkan tarif sejumlah produk menjadi antara 0-5 persen. Pada 1 Januari 2003 dimulailah awal pelaksanaan AFTA.

APA yang terjadi? Hampir bisa dikatakan, tidak ada perubahan berarti dalam peningkatan perdagangan sesama anggota ASEAN.

Tabel 1 dan tabel 2 memperlihatkan ekspor dari impor ASEAN masih didominasi ekspor dan impor antara ASEAN dengan negara-negara di luar kawasan. Sementara tabel 3 dan tabel 4 memperlihatkan ekspor dan impor sesama anggota ASEAN tidak bertumbuh secara berarti dan jumlah jauh lebih kecil dibandingkan ekspor dan impor kawasan dari luar ASEAN.

Itu adalah keadaan yang wajar mengingat perekonomian negara-negara ASEAN masih tergolong kecil, dibandingkan dengan perekonomian di luar kawasan ASEAN sehingga permintaan sesama ASEAN juga lebih kecil. Namun demikian, pertumbuhan ekspor dan impor di antara sesama ASEAN juga tidak berkembang pesat.

Mengapa? Pada laporan ASEAN-yang mengutip laporan konsultan manajemen McKinsey-dikatakan bahwa ASEAN masih memiliki hambatan nontarif. ASEAN juga telah gagal membujuk investor untuk masuk dengan menanamkan modal dan memperlakukan ASEAN sebagai sebuah pasar yang terintegrasi.

Padahal, menurut World Investment Report 2002, pertumbuhan ekspor dan impor sangat kuat dipengaruhi oleh kehadiran investasi global, yang selanjutnya akan meningkatkan ekspor dan impor di kawasan. Jika dilihat dari tabel 1-4, periode 1997-1998 bahkan ekspor impor ASEAN menurun. Namun, itu memang dipengaruhi oleh resesi ekonomi yang terjadi pada tahun 1998.

Perkembangan yang tidak kondusif itu, kontras dengan kemajuan yang dicapai Negara-negara ASEAN soal penurunan tariff



Tabel-tabel itu seakan memperlihatkan bahwa ASEAN mencatatkan kemajuan dalam penurunan tarif. Bahkan, Indonesia, negara gemuk ini dan hampir selalu menjadi bulan-bulanan dalam pertemuan ASEAN soal penurunan tarif, bahkan mencatatkan sukses soal penurunan tarif.

Namun, mereka yang ahli di dalam perdagangan internasional akan langsung melihat bahwa sukses itu hanyalah sebuah "ilusi". Ibaratnya, sukses itu hanya seperti macan kertas yang sangat beda dengan realitas di lapangan.

Masalahnya, tidak semua komoditas di ASEAN mengalami penurunan tarif hingga 0-5 persen. Masih ada produk yang diperam dan tidak mengalami penurunan tarif dengan alasan produk itu tergolong sensitif untuk diperdagangkan secara bebas di ASEAN. Maka itu di ASEAN ada yang disebut sebagai sensitive and highly sensitive list (daftar komoditas yang sensitif dan sangat sensitif), karena itu belum bisa diperdagangkan secara bebas. Atas produk-produk sensitif itu, penurunan tarifnya hingga 0-5 persen baru bisa dilaksanakan pada tahun 2010.

Daftar komoditas di ASEAN yang dianggap sensitif itu termasuk poultry (perunggasan), produk-produk swine, kopi, teh, kopra, manioc (tepung), dan beras.

Malaysia telah memasukkan produk swine dan poultry, buah-buahan tropis, tembakau dan produk-produk tembakau serta gula ke dalam daftar produk sensitif.

Indonesia, Malaysia, dan Filipina telah menempatkan beras ke dalam highly sensitive list. Penurunan tarifnya, dijanjikan baru bisa dilakukan pada 1 Januari 2005.

Bahkan, Malaysia sudah mencanangkan bahwa perdagangan bebas di sektor otomotif belum bisa dijalankan. Malaysia masih harus menunggu hingga industri otomotifnya kuat, baru pasarnya bisa dibuka terhadap impor produk otomotif. ASEAN juga masih menerapkan pencegahan perdagangan atas komoditas tertentu dan dikecualikan dari penurunan tarif atau bahkan diharamkan untuk diperdagangan.

LALU di ASEAN masih muncul hambatan nontarif. Hambatan pada kelancaran perdagangan bukan saja disebabkan oleh tingginya tarif tetapi hambatan perdagangan oleh faktor-faktor di luar tarif.

Sebagian hambatan (nontarif) yang umum dihadapi sektor swasta di ASEAN adalah keharusan mendapatkan lisensi jika ingin mengimpor barang tertentu, birokrasi dan pungli di kepabeanan, lambatnya pemeriksaan dan peredaran barang di kepabeanan, munculnya perbedaan standar akibat perbedaan peraturan dan lainnya.

Itu semua masih melekat dan masih umum didapati di ASEAN dan berperan besar menghambat kelancaran perdagangan. Maka dari itu, perdagangan lancar yang dijanjikan pada AFTA tidak berjalan secara efektif karena faktor-faktor tersebut.

McKinsey menemukan, hambatan nontarif itu justru merupakan penghambat utama perdagangan di ASEAN. Di samping itu, ASEAN kemasukan empat negara menjadi anggota, yakni Laos, Kamboja, Vietnam dan Myanmar yang perekonomiannya lebih terbelakang lagi. Indikator untuk itu bisa dilihat dengan memperbandingkan tabel 7, tentang pendapatan per kapita negara-negara anggota ASEAN.

ASEAN dengan AFTA-nya diperkirakan hanya akan bisa bergerak cepat, secepat perkembangan yang terjadi negara-negara anggotanya yang sangat lemah itu.

Maka dari itu, jangankan integrasi secara umum (politik, sosial dan budaya), integrasi perekonomian juga berjalan lamban di ASEAN. Meski presiden, menteri dan pejabat-pejabat ASEAN melakukan serentetan pertemuan sejak 1992, tinggal di hotel mewah, mobil luks, fasilitas luks, kinerja mereka tidak bisa dibilang mencengangkan. Pertemuan menteri perekonomian ASEAN yang sudah ke-35 kali pada 2 September lalu di Phnom Penh, Kamboja, tidak bisa dibilang berhasil secara berarti.

"Bahkan dari sisi ekonomi saja, ASEAN tidak mengalami perkembangan berarti," kata mantan Sekjen ASEAN Rodolfo Severino tahun lalu, ketika mundur dari jabatannya.

NAMUN, kelambanan itu disadari oleh ASEAN. Maka dari itu, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-8 di Phnom Penh, Kamboja, 4 November 2002, Perdana Menteri Singapura Goh Chok Tong mengusulkan bahwa ASEAN harus bergegas dan menjadikan sebagai Komunitas Perekonomian ASEAN (ASEAN Economic Community/AEC) pada tahun 2020.

Menurut Sekjen ASEAN, Ong Keng Yong, dengan menjadi AEC, ASEAN kurang lebih mendekati seperti pasar tunggal Eropa pada dekade tahun 1960-an. Pasar Eropa saat itu belum sebebas sekarang, tetapi sejumlah komoditas benar-benar bebas diperdagangkan.

Kebebasan perdagangan akan lebih terjamin dengan menjadi satu komunitas perekonomian. AEC merupakan lompatan jauh ke depan dan merupakan kelanjutan berarti dari AFTA.

Ide itu berawal pada KTT ASEAN pada Desember 1997. Pada KTT itu dilahirkan Visi ASEAN 2020 (ASEAN Vision 2020). Dokumen itu menyatakan tentang keinginan ASEAN menjadi kawasan stabil, makmur, memiliki daya saing yang ditandai dengan kemampuan menjalankan perdagangan barang, jasa, investasi dan modal yang bebas.

MENGAPA perlu membentuk komunitas perekonomian? Denis Hew-seorang peneliti dari Institute of Southeast Asian Studies, Singapura, memberikan analisis.

Di dunia yang sangat sarat persaingan ini, ASEAN bisa dan sejauh ini bisa dikatakan sudah dikalahkan oleh Cina dan India.

Lagi, menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), Cina kini adalah penerima investasi asing langsung terbesar di kawasan Asia Pasifik. Ada kekhawatiran, perkembangan pesat ekonomi Cina akan membuat investasi berpaling selamanya dari ASEAN dan lari ke Cina. Besaran ekonomi, potensi konsumen dengan penduduk 1,2 miliar membuat Cina jauh lebih menarik sebagai satu negara.

Oleh karena itu, untuk mempertahankan daya saing dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, ASEAN harus melakukan percepatan dalam integrasi perekonomian. Dengan demikian, ASEAN yang berpenduduk 530 juta dan produksi domestik bruto (PDB) 700 miliar dollar AS, bisa menjadi sebuah pasar tunggal dan akan bisa bersaing dengan Cina dan India dari skala ekonomi.

Dengan demikian, ASEAN bisa menjadi lebih kuat dan memiliki suara besar termasuk pada pertemuan Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Dalam rencana pembentukan AEC itu, pengembangan Komunitas Ekonomi Eropa (European Economic Community/EEC) -tahun 1993 telah menjadi Uni Eropa-dekade tahun 1960-an tampaknya telah menjadi acuan atau model bagi ASEAN.

Dengan perekonomian yang terintegrasi, Uni Eropa-pasar terintegrasi penuh-merupakan contoh sukses integrasi ekonomi di dunia.

Denis Hew mengatakan, pengintegrasian perekonomian ASEAN sudah pasti sangat sulit dalam konteks sekarang, dengan segala permasalahan dan perbedaan kemajuan perekonomian.

Namun demikian, Hew mengatakan bahwa hal itu bisa dijalankan secara perlahan-lahan lewat berbagai skema.

ASEAN sudah memiliki program untuk mengintegrasikan perekonomian lewat berbagai kerangka seperti AFTA, ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dan ASEAN Investment Area (AIA). Skema itu bertujuan menghilangkan hambatan perdagangan barang, jasa dan investasi.

Menurut Hew, mungkin akan lambat tetapi harus dicoba. Bahkan, Eropa memerlukan waktu 40 tahun untuk bisa merealisasikan pasar yang terintegrasi secara penuh.

Di dalam ASEAN sendiri, terasa ketidaksesuaian dengan perkembangan integrasi ekonomi. Singapura dan Thailand menginginkan pembentukan Komunitas Perekonomian ASEAN tahun 2017, namun anggota ASEAN lainnya termasuk Indonesia masih bertahan pada jadwal tahun 2020.

Namun demikian, di dalam KTT ke-9 ini, setidaknya sudah ada niat pembentukan Komunitas Perekonomian ASEAN. Ada niat untuk mengintegrasikan perekonomian, ketimbang sekadar mengandalkan integrasi ekonomi lewat AFTA. Namun, bagaimana perkembangannya, itu yang harus ditunggu.

Hal lebih penting agar AEC sukses, kata Dew, harus ada niat politik yang kuat untuk proses integrasi perekonomian. Soalnya, masalah politik adalah tantangan terbesar dalam pembentukan komunitas perekonomian ASEAN.

Persoalan muncul karena ASEAN selama ini masih terlalu sarat dengan pembahasan politik. "Sentuhan pada perekonomian sangat kurang," kata Presiden PT Catur Yasa, Kusumo AM. Sudah begitu, ASEAN juga tidak kunjung tampil dengan iklim politik yang mendukung integrasi. Kecurigaan sesama anggota ASEAN masih mencuat. Namun, Uni Eropa juga dulu demikian. Siapa tahu seiring dengan berjalannya waktu, berbagai hambatan politis bisa diatasi sedikit demi sedikit.
Baca Selengkapnya...
posted by gazola@venture @ 2:19 AM   4 comments
PASKIBRA
Tuesday, October 2, 2007
Kali ini akan menceritakan pengalaman menarikku saat terpilih menjadi pengibar bendera di kecamatan tandes. begini ceritanya. mendekati saat upacara peringatan tujuh belas agustus, pihak kecamatan memberi kabar kalau sekolahku yaitu smaxi menjadi pengibar bendera dalam upacara peringatan tujuh belas agustus di kecamatan melalui guru poembimbing paskibra di sekolahku. mendengar kabar tersebut aku menjadi gugup aku terpilih atau tidak dalam pasukan tujuh belas. saat guru pembimbingku mulai memilah ternyata namaku juga disebut. aku seneng banget, itu perasaan yang pertama kali aku rasakan. setelah aku terpilih, aku merasa ini adalah tanggung jawab yang mesti aku emban dan aku mulai bersungguh-sungguh mengikuti latihan-latihan yang ada.

Kira- kira kita latihan selama satu minggu di sekolah dan ditambah dengan beberapa kali latihan di kecamatan tandes. jadwal latihan paskibra di kecamatan bertepatan dengan berbagai lomba yang diadakan di sekolahku. karena itu kau mengalami dilema karena selain menjadi pengibar bendera aku juga menjadi panitia penyelenggara lomba di sekolahku. aku sempat bingung, namun akhirnya aku memutuskan untuk meninggalkan tugasku sebagai panitia. aku sadar kalau waktu itu rekan kerjaku sedikit marah karena menganggap aku lepas dari tanggung jawab. tapi akhirnya dia menyadari. saat latihan banyak sekali hal yang menarik buatku, selain bisa berkumpul dengan anggota paskibra yang lain. seperti winda sebagai danton(komandan peleton), femilia sebagai pembawa bendera. dan anggota pasukan tujuh belas seperti dinasti, andika, kenia, dewi, putri, nurdin, dimas, yuan, jeni, rizal, agatha dsb.
Hari yang dinanti pun tiba. sekarang adalah saat pembuktian atas usaha keras kita selama ini. di hadapan tamu undangan yang merupakan pejabat kecamatan dan peserta upacara yang terdiri dari berbagai profesi. mulai dari siwa SD, SMP, SMA, PGRI, hansip, kartar, dsb. setelah upacara selesai, dilanjutkan dengan pelepasan pon sd oleh bapak camat. bukan hanya itu, ternyata terdapat banyak sekali suguhan seperti tari remo massal, drum band, dan masih banyak lagi. sementara itu paskibra smaxi asyik foto untuk kepentingan dokumentasi kecamatan. setelah itu kita berencana makan-makan. tapi dihalau pihak kecamatan dengan alasan sudah dipersipkan nasi tumpeng. tapi kita tetap bergegas menuju rumah makan dengan alasan yang cukup mendasar, kita tahu kalau nasi tumeng yang akan disuguhkan pada kita merupakan nasi tumpeng yang dilombakan, sementara lomba tumpeng pun masih belum usai. pilihan kita jatuh pada nasi padang yang terletak tak jauh dari kecamatan. awalnya sih kita menggunakan uang sendiri-tapi karena kita dapat uang saku dari pihak kecamatan sebesar 300 ribu akhirnya kita gunakan uang itu. setelah selesai makan kita pulang dengan menggunakan kendaraan kita masing-masing.
Berbeda hal dengan aku, pulang dari kecamatan aku main ke rumah temanku. di sana aku melepas lelah sambil menunggu saat adzan sholat jumat. kira-kira pukul 15.00 aku pulang ke rumahku.
Baca Selengkapnya...
posted by gazola@venture @ 8:19 PM   2 comments
makna tujuh belas agustus buatQ
Monday, October 1, 2007
Tiga ratus lima puluh tahun lamanya kita dijajah. Harta-benda,nyawa telah dikorbankan oleh pejuang-pejuang kita. Pejuang yang dengan gigih melawan penjajah. Peperangan terjadi di mana-mana. Mereka berontak, mereka ingin segera terbebas, terbebas dari belenggu penjajah. Kemiskinan, kelaparan, penderitaan terjadi di mana-mana, di setiap mpelosok daerah. Tapi usaha mereka gagal. Kesalahan yang perlu disorot adalah kurangnya rasa persatuan dan kesatuan dalam mengusir penjajah saat itu. Mereka mengusir penjajah dengan cara mereka masing-masing, bersifat kedaerahan, tradisional, dan tanpa koordinasi yang baik. Waktu pun berganti, miulai muncullah pahlawan-pahlawan revolusi dengan strategi yang jitu, mulai nampak titik terang menuju kemerdekaan. Segala pengorbanan dan usaha yang dilakukan pun tidak sia-sia, dan mulai membuahkan hasil.
Tanggal 17 agustus 1945 pukul10.00 di rumah Ir. Soekarno akhirnya tercetuslah proklamasi. Setelah terjadi sedikit perbedaan pendapat antara golongan tua dengan golongan muda yang sempat mengasingkan Ir. Soekarno. Dengan persiapan seadanya, akhirnya moment itu pun dilaksanakan. Bendera merah-putih pun merupakan jahitan sprei istri Ir. soekarno, Patmavati. Setelah dibacakan teks proklamasi yang merupakan buatan Ir. Soekarno dan beberapa tokoh lainnya saat pengasingan Ir. Soekarno maka resmilah Indonesia merdeka. Berita kemerdekaan Indonesia itu pun akhirnya tersebar juga. Berita tersebut disebarkan melalui kantor berita domei yang merupakan kantor berita milik jepang. Bukan hanya itu, media yang dimanfaatkan adalah surat kabar yang ada saat itu, serta penyampaian dari mulut ke mulut.
Dari situ kita belajar bahwa ternyata kemerdekaan itu benar-benar penuh pengorbanan dan perjuangan. Untuk itu sebagai generasi muda yang menjadi penerus bangsa, kita mesti mempertahankan kemerdekaamn ini. Karena kemerdekaan merupakan buah hasil usaha para pejuang bangsa. Kita hanya tinggal merasakan saja hasil perjuangan tersebut. Untuk itu, mari kita meneruskan misi para pejuang kita yaitu berjuang dan mempertahankan kemerdekaan.
Bagaimana caranya? Menanggap hal itu tentunya kita mesti mengenal beberapa lingkup yang ada. Misalnya lingkup bangsa dan negara, lingkup masyarakat, lingkup sekolah dsb. Dalam lingkup bangsa dan negara, banyak sekali cara yag dapat kita lakukan, yaitu ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Bukan hanya itu, kita juga harus menjaga harkat dan martabat bangsa. Dalam lingkup masyarakat, kita mesti berbaur dengan masyarakat dan melakukan pembangunan di segala aspek kehidupan. Di dalam lingkup sekolah, khususnya sebagai seorang siswa, kita bias meneruskan misi para pejuang bangsa dengan cara giat belajardan bekerja. Bukan hanya itu, kita juga bias memanfaatkan moment ini ndengan mengadakan berbagai event, seperti berbagai lomba demi mengingat dan mendongkrak semangat siswa akan jasa pejuang.
Dalam mengisi kemerdekaan ini, di sekuolahku diadakan banyak lomba, baik lomba yang bersifat individu maupun lomba yang bersifat kelompok. Adapun lomba yang bersifat individu antara lain, jurnalis, pidato bahasa inggris, telling story, baca tulis al-qur’an dsb. Sedangkan yang bersifat kelompok antara lain, memasukkan benang dalam jarum,go back to door, benteng-bentengan, kepruk kendil, sepak bola, hasta karya, madding dan kebersihan kelas. Lalu apa yang kamu lakukan dalam mengisi kemerdekaan?
Baca Selengkapnya...
posted by gazola@venture @ 1:45 AM   1 comments
EHM.......................................EHM........................................
Friday, June 8, 2007
HIDUP


HARI DEMI HARI TLAH KULALUI
DETIK BERGANTI MENIT, MENIT BERGANTI JAM
BEGITU SETERUSNYA.
RODA-RODA DUNIA PUN SEOLAH TAK MAU HENTIKAN PUTARANNYA.
HARI- HARIQ, HIDUPQ, SEMUA TENTANGQ
TLAH Q UKIR DALAM SANUBARIKU
SENANG, SUSAH, SEDIH KERAP KALI MENEMANI HIDUPKU
MENGISI HARI-HARIQ, KESENDIRIANQ
SAMPAI AJAL MENJEMPUTQ

by.GADHANG

Baca Selengkapnya...
posted by gazola@venture @ 9:48 PM   2 comments
SESUATU
SEKRE...............!
NAMPAKNYA KATA ITU TELAH MERAKYAT DAN MENJADI BAHAN PERBINCANGAN ANAK-ANAK DI SEKOLAHKU, TERUTAMA ANAK-ANAK DI KELASKU. KADANG AQ BERFIKIR MENGENAI APA DAN SIAPA YANG MENDUDUKI JABATAN SEKRE. YANG PASTI SEJAUH INI AQ MASIH INGIN MENCARI SUATU KEBENARAN ATAS APA-APA YANG TIDAK AQ KETAHUI. AQ TIDAK MAU MENGHARDIK SIAPA YANG BERADA DI POSISI YANG DIANGGAP ANAK-ANAK SEKRE, SEBELUM SEMUA MEMANG TERUNGKAP DAN NAMPAK DI DEPAN MATAQ. KALAU MEMANG APA YANG TELAH AQ DAPAT DAN Q LAKUKAN SELAMA INI ADALAH SUATU KESALAHAN MAKA AQ INGIN MENGAKHIRI APA-APA YANG MEMANG SALAH. SEJAUH INI AQ MENGANGGAP APA-APA YANG AQ LAKUKAN TIDAK MENYIMPANG DARI ATURAN YANG ADA. KALAU TEMAN-TEMAN BISA MEMBUKA MATAQ DENGAN BUKTI BAHWA APA YANG AQ LAKUKAN ADALAH SALAH MAKA DENGAN TERAMAT SANGAT SAYA BERHARAP KALIAN MAU DENGAN IKHLAS MENYADARKAN AQ.
Baca Selengkapnya...
posted by gazola@venture @ 8:54 PM   1 comments
PILIHAN HIDUP
KETIKA DIHADAPKAN OLEH MASALAH-MASALAH YANG MULAI DATANG AKHIR-AKHIR INI, MEMBUAT AQ BERFIKIR UNTUK MENJADI ANAK KECIL SEPERTI SEDIAKALA. KARENA KETIKA AQ MASIH KECIL AQ TIDAK PERNAH DIHADAPKAN OLEH MASALAH-MASALAH SEPERTI YANG AQ HADAPI SAAT INI. TAPI APAKAH AQ MESTI MENENTANG WAKTU YANG TIDAK MUGKIN BISA AQ UBAH??????????????? YANG PASTI AQ MASIH BERHARAP BISA MENYELESAIKAN SETIAP MASALAH-MASALAH YANG AQ HADAPI. DAN SEKALI LAGI AQ MASIH BERHARAP ADANYA BANTUAN DARI ORANG-ORANG DI SEKITARQ.
Baca Selengkapnya...
posted by gazola@venture @ 8:49 PM   0 comments
AFTA (sumber GOOGLE)
Indonesia Harus Memanfaatkan AFTA

Purbaya Yudhi Sadewa

Negara-negara ASEAN telah setuju mewujudkan kawasan perdagangan bebas. Namun, tampaknya Indonesia belum bisa memanfaatkan secara optimal potensi pasar ASEAN ini. Indonesia harus lebih waspada. Bila tidak, perjanjian perdagangan bebas regional lain, seperti APEC, akan membuat pasar kita jadi sasaran empuk bagi negara lain.

Berita keperkasaan daya saing produk China amat mendominasi media nasional dalam beberapa tahun ini. Akibatnya, kita pun amat mengkhawatirkan dominasi produk China di pasar domestik. Tingginya daya saing produk China memang patut diwaspadai karena hal tersebut akan mempersulit peluang produk Indonesia untuk menembus atau untuk bertahan di pasar internasional maupun pasar domestik.

Namun, ada hal yang sedikit terabaikan oleh media maupun pengambil keputusan di negeri ini, yakni mereka kurang memerhatikan ancaman dan kemampuan negara-negara ASEAN lain dalam melakukan penetrasi ke pasar Indonesia. Kemampuan melakukan penetrasi pasar ini terutama ditunjang juga oleh adanya perjanjian perdagangan bebas antarnegara-negara ASEAN (AFTA).

Dampak

Ada banyak dampak suatu perjanjian perdagangan bebas, antara lain spesialisasi dan peningkatan volume perdagangan. Sebagai contoh, ada dua negara yang dapat memproduksi dua barang, yaitu A dan B, tetapi kedua negara tersebut membutuhkan barang A dan B untuk dikonsumsi.

Secara teoretis, perdagangan bebas antara kedua negara tersebut akan membuat negara yang memiliki keunggulan komparatif (lebih efisien) dalam memproduksi barang A (misalkan negara pertama) akan membuat hanya barang A, mengekspor sebagian barang A ke negara kedua, dan mengimpor barang B dari negara kedua.

Sebaliknya, negara kedua akan memproduksi hanya barang B, mengekspor sebagian barang B ke negara pertama, dan akan mengimpor sebagian barang A dari negara pertama. Akibatnya, tingkat produksi secara keseluruhan akan meningkat (karena masing-masing negara mengambil spesialisasi untuk memproduksi barang yang mereka dapat produksi dengan lebih efisien) dan pada saat yang bersamaan volume perdagangan antara kedua negara tersebut akan meningkat juga (dibandingkan dengan apabila kedua negara tersebut memproduksi kedua jenis barang dan tidak melakukan perdagangan).

Saat ini AFTA sudah hampir seluruhnya diimplementasikan. Dalam perjanjian perdagangan bebas tersebut, tarif impor barang antarnegara ASEAN secara berangsur-angsur telah dikurangi. Saat ini tarif impor lebih dari 99 persen dari barang-barang yang termasuk dalam daftar Common Effective Preferential Tariff (CEPT) di negara-negara ASEAN-6 (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) telah diturunkan menjadi 5 persen hingga 0 persen.

Sesuai dengan teori yang dibahas di atas, AFTA tampaknya telah dapat meningkatkan volume perdagangan antarnegara ASEAN secara signifikan. Ekspor Thailand ke ASEAN, misalnya, mengalami pertumbuhan sebesar 86,1 persen dari tahun 2000 ke tahun 2005. Sementara itu, ekspor Malaysia ke negara-negara ASEAN lainnya telah mengalami kenaikan sebesar 40,8 persen dalam kurun waktu yang sama.

Adanya AFTA telah memberikan kemudahan kepada negara-negara ASEAN untuk memasarkan produk-produk mereka di pasar ASEAN dibandingkan dengan negara-negara non-ASEAN. Untuk pasar Indonesia, kemampuan negara-negara ASEAN dalam melakukan penetrasi pasar kita bahkan masih lebih baik dari China. Hal ini terlihat dari kenaikan pangsa pasar ekspor negara ASEAN ke Indonesia yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan pangsa pasar China di Indonesia.

Pada tahun 2001 pangsa pasar ekspor negara-negara ASEAN di Indonesia mencapai 17,6 persen. Implementasi AFTA telah meningkatkan ekspor negara-negara ASEAN ke Indonesia. Akibatnya, pangsa pasar ASEAN di Indonesia meningkat dengan tajam. Dan pada tahun 2005 pangsa pasar negara-negara ASEAN di Indonesia mencapai 29,5 persen (Gambar 1).

Berbeda dengan anggapan kita selama ini bahwa ternyata daya penetrasi produk-produk China di Indonesia tidak setinggi daya penetrasi produk-produk negara ASEAN. Pada tahun 2001 China menguasai sekitar 6,0 persen dari total impor Indonesia. Pada tahun 2005 baru mencapai 10,1 persen, masih jauh lebih rendah dari pangsa pasar negara-negara ASEAN.

Jadi, saat ini produk-produk dari negara ASEAN lebih menguasai pasar Indonesia dibandingkan dengan produk-produk dari China.

Sebaliknya, berbeda dengan negara-negara ASEAN yang lain, tampaknya belum terlalu diperhatikan potensi pasar ASEAN, dan lebih menarik dengan pasar-pasar tradisional, seperti Jepang dan Amerika Serikat. Hal ini terlihat dari pangsa pasar ekspor kita ke negara-negara ASEAN yang tidak mengalami kenaikan yang terlalu signifikan sejak AFTA dijalankan. Pada tahun 2000, misalnya, pangsa pasar ekspor Indonesia di Malaysia mencapai 2,8 persen. Dan pada tahun 2005 hanya meningkat menjadi 3,8 persen. Hal yang sama terjadi di pasar negara-negara ASEAN lainnya (Tabel 1).

Kurang daya tarik

AFTA juga membuat pasar negara-negara ASEAN menjadi satu. Akibatnya, produsen-produsen internasional tidak harus mempunyai pabrik di setiap negara untuk dapat menyuplai produknya ke negara-negara tersebut. Produsen internasional dapat memilih satu negara di kawasan ini untuk dijadikan basis produksinya dan memenuhi permintaan produknya di negara di sekitarnya dari negara basis tersebut. Turunnya tarif impor antarnegara ASEAN membuat kegiatan ekspor-impor antarnegara ASEAN menjadi relatif lebih murah dari sebelumnya. Tentunya negara yang dipilih sebagai negara basis suatu produk adalah yang dianggap dapat membuat produk tersebut dengan lebih efisien (spesialisasi).

Negara-negara di kawasan ini tentunya berebut untuk dapat menjadi pusat produksi untuk melayani pasar ASEAN karena semakin banyak perusahaan yang memilih negara tersebut untuk dijadikan pusat produksi, akan semakin banyak lapangan kerja yang tersedia. Sayangnya, Indonesia tampaknya masih tertinggal dalam menciptakan daya tarik untuk dijadikan pusat produksi.

Contohnya, untuk produk mobil penumpang segala kelas (HS 8702), tampaknya Thailand lebih berhasil dalam menarik produsen-produsen mobil dunia untuk memilih negara tersebut menjadi basis produksi utama mereka, dan menyuplai pasar Indonesia (dan pasar negara ASEAN lainnya) dari Thailand.

Hal ini terlihat jelas dari perkembangan angka perdagangan komoditas dalam kelompok barang HS 8702 antara Indonesia dan Thailand. Pada tahun 2000 nilai ekspor Thailand ke Indonesia untuk produk dalam kategori ini hanya mencapai 4 juta dolar. Namun, sejak AFTA diimplementasikan, nilai ekspor Thailand ke Indonesia mengalami kenaikan yang amat signifikan. Dan pada tahun 2005 ekspor mobil Thailand ke Indonesia sudah mencapai 416 juta dollar AS. Sementara itu, ekspor mobil dari Indonesia ke Thailand tidak mengalami kenaikan setinggi yang dialami oleh Thailand. Pada tahun 2000 ekspor mobil Indonesia ke Thailand mencapai 2 juta dollar AS dan di tahun 2005 angka tersebut sudah naik menjadi 79 dollar. Walaupun naik, namun kenaikannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang dialami oleh Thailand (Gambar 2).

Diskusi di atas mempelihatkan bahwa AFTA dapat meningkatkan volume perdagangan antarnegara ASEAN secara signifikan. Negara-negara tetangga telah cukup jeli dalam memanfaatkan perjanjian tersebut untuk melakukan penetrasi pasar Indonesia. Sayangnya, Indonesia kurang mengoptimalkan kemudahan yang diberikan AFTA dalam mengakses pasar negara-negara ASEAN yang lain. Pada saat ini pasar kita cenderung menjadi sasaran empuk bagi negara-negara ASEAN yang lain.

Hal ini perlu diperhatikan dan diubah. Antara lain, Indonesia harus memperbaiki iklim investasi, menjaga suku bunga rendah, meningkatkan daya saing, dan mensosialisasikan fasilitas-fasilitas yang diberikan AFTA maupun potensi pasar yang tersedia di pasar ASEAN ke pelaku bisnis. Apabila tidak, Indonesia tidak akan pernah dapat memanfaatkan perjanjian perdagangan bebas AFTA secara optimal. Apalagi di masa yang akan datang ada peluang untuk diciptakan perjanjian perdagangan yang lebih besar lagi, yaitu perdagangan bebas antarnegara anggota APEC.

Bila kita tidak menarik pelajaran dari pengalaman saat ini, di masa yang akan datang perjanjian perdagangan bebas hanya akan membuat pasar kita menjadi sasaran yang empuk bagi lebih banyak negara lagi.

Purbaya Yudhi Sadewa Chief Economist Danareksa Research Institute .
Baca Selengkapnya...
posted by gazola@venture @ 8:49 PM   0 comments
About Me

Name: gazola@venture
Home:
About Me:
See my complete profile
GADZUMI
http://www.trippytext.com/ - Trippy Text
Google search
Previous Post
Links
Archives
Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER

© akura .Template by Isnaini Dot Com